Garam – Sejarah yang luar biasa

  • Garam adalah sesuatu yang menakjubkan. Sebuah bagian penting yang tidak hanya dibutuhkan oleh manusia saja bahkan tanaman dan juga hewan, garam merupakan elemen yang paling efektif dan paling banyak digunakan sebagai pengawet alami makanan.
  • Beberapa budaya menganggap garam memiliki kekuatan magis.
  • Garam pernah digunakan sebagai alat tukar dan pembayaran di berbagai tempat, dan untuk memdapatkan garam hingga menyebabkan peperangan.
  • Menawarkan roti dan garam kepada pengunjung dalam banyak budaya adalah wujud dari keramahan dan keakraban.

Pembuatan Garam ada dibanyak sejarah Eropa sejak zaman Romawi. Catatan Eropa abad pertengahan mendokumentasikan teknologi dari pembuatan garam itu sendiri. Anda dapat terdengar sangat mengesankan di pesta-pesta makan malam dengan melemparkan salah satu fakta-fakta sejarah mengenai garam:

  • Venice menjadi negara yang kuat dalam hal ekomoni, karena monopoli garamnya.
  • Halle adalah Kota garamnya Jerman dan memiliki a�?rute garam tertuaa�? yang menghubungkan tambang garam Jerman ke pelabuhan pengiriman di Baltik.
  • Pembuatan garam sangat penting di Balkan seperti Tuzla, di Bosnia-Herzegovina, sebenarnya nama “Tuz,” dari bahasa Turki yang berarti garam.
  • Salzburg, Austria, telah mengubah empat tambang garam menjadi lokasi tujuan wisata.
  • Keberhasilan Belanda dalam memblokade pekerja Liberian, telah menyebabkan kehancuran Spanyol dan turunnya Philip II.
  • Perancis menjadi produsen garam dan memiliki “jalan garam” sendiri, di sepanjang pantai Mediterania.

Melihat sejarah ini membawa kita lebih dekat dengan garam dan hal-hal yang terjadi di masanya.

Selain itu, menurut teori, zat-zat garam tersebut berasal dari dalam dasar laut melalui proses outgassing, yakni rembesan dari kulit bumi di dasar laut yang berbentuk gas ke permukaan dasar laut. Bersama gas-gas ini, terlarut pula hasil kikisan kerak bumi dan bersama-sama garam-garam ini merembes pula air, semua dalam perbandingan yang tetap sehingga terbentuk garam di laut. Kadar garam ini tetap tidak berubah sepanjang masa. Artinya kita tidak menjumpai bahwa air laut makin lama makin asin.